Pendahuluan
Aqidah merupakan inti dari ajaran Islam. Ia adalah pondasi yang menentukan lurus atau rusaknya seluruh amal seorang hamba. Sebagus apa pun ibadah seseorang, jika aqidahnya rusak, maka amal tersebut terancam tertolak di sisi Allah ﷻ. Oleh karena itu, para ulama Salaf sangat menaruh perhatian besar terhadap pembahasan aqidah, bahkan mereka mendahulukannya sebelum ilmu-ilmu yang lain.
Imam Ahmad رحمه الله berkata:
“Pokok-pokok sunnah menurut kami adalah berpegang teguh dengan apa yang dipegang oleh para sahabat Rasulullah ﷺ.”
Ini menunjukkan bahwa aqidah yang benar adalah aqidah yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, sebagaimana dipahami oleh para sahabat, tabi’in, dan para ulama Salaf.
Pengertian Aqidah
Secara bahasa, aqidah berasal dari kata ‘aqada yang berarti mengikat dengan kuat. Secara istilah, aqidah adalah keyakinan yang tertanam kuat di dalam hati, yang tidak bercampur dengan keraguan.
Aqidah Islam berarti keyakinan yang pasti terhadap Allah ﷻ, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta takdir yang baik dan buruk, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.
Sumber Aqidah yang Benar
Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dibangun di atas dua sumber utama:
- Al-Qur’an
- As-Sunnah yang shahih
Dengan pemahaman Salafush Shalih, yaitu para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in. Bukan berdasarkan logika semata, mimpi, perasaan, atau tradisi yang tidak memiliki dalil.
Allah ﷻ berfirman:
“Jika kalian berselisih dalam suatu perkara, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul.”
(QS. An-Nisa: 59)
Urgensi Mempelajari Aqidah
Mempelajari aqidah bukan sekadar ilmu teori, namun kebutuhan setiap Muslim. Di antara urgensinya:
- Menjadi sebab diterimanya amal
Tauhid adalah syarat utama diterimanya ibadah. - Menjaga dari kesyirikan dan bid’ah
Aqidah yang benar menjadi benteng dari penyimpangan. - Menentramkan hati
Orang yang mengenal Rabb-nya dengan benar akan hidup dengan hati yang tenang. - Menyatukan umat di atas kebenaran
Aqidah Salaf menyatukan, sedangkan hawa nafsu dan bid’ah memecah belah.
Pokok-Pokok Aqidah Ahlus Sunnah
Secara ringkas, aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah meliputi:
- Mentauhidkan Allah dalam rububiyyah, uluhiyyah, dan asma wa sifat
- Beriman kepada seluruh rukun iman
- Menetapkan sifat-sifat Allah sebagaimana datang dalam Al-Qur’an dan Sunnah tanpa tahrif, ta’thil, takyif, dan tamtsil
- Mencintai para sahabat Nabi ﷺ dan menjauhi sikap ghuluw maupun merendahkan mereka
- Taat kepada penguasa Muslim dalam perkara yang ma’ruf
- Berpegang teguh pada sunnah dan menjauhi bid’ah
Manhaj Salaf dalam Beragama
Manhaj Salaf adalah cara beragama yang paling selamat. Ia bukan kelompok baru, bukan pula madzhab tertentu, melainkan Islam yang murni sebagaimana diamalkan oleh generasi terbaik umat ini.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian yang setelahnya, kemudian yang setelahnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Maka siapa yang ingin selamat, hendaknya ia menempuh jalan mereka.
Penutup
Aqidah bukan hanya untuk dipelajari, namun untuk diamalkan dan dijaga sepanjang hayat. Di tengah maraknya penyimpangan pemikiran dan derasnya arus informasi, kembali kepada aqidah Salaf adalah jalan keselamatan.
Semoga Allah ﷻ meneguhkan kita di atas aqidah yang lurus hingga akhir hayat, mengumpulkan kita bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang shalih.
وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
