Fikih Islam Menurut Manhaj Salaf: Panduan Lengkap Memahami Ibadah Sesuai Sunnah

Fikih Islam Menurut Manhaj Salaf | Panduan Ibadah Sesuai Sunnah

Artikel fikih Islam menurut manhaj Salaf yang membahas pengertian fikih, sumber hukum, adab berfikih, dan pentingnya ittiba’ dalam beribadah sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.

Pendahuluan: Pentingnya Fikih dalam Kehidupan Seorang Muslim

Fikih merupakan bagian penting dalam agama Islam. Dengannya, seorang muslim mengetahui bagaimana cara beribadah dengan benar, sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya ﷺ. Namun fikih tidak berdiri sendiri; ia dibangun di atas aqidah yang lurus dan manhaj yang benar. Oleh karena itu, memahami fikih menurut manhaj Salafush Shalih adalah kebutuhan mendesak di tengah banyaknya perbedaan dan kekeliruan dalam beragama.

Para ulama Salaf sangat menekankan agar ilmu fikih dipelajari dengan dalil, dipahami dengan pemahaman para sahabat, serta diamalkan dengan ikhlas dan ittiba’.

Pengertian Fikih dalam Islam

Secara bahasa, fikih berarti memahami. Adapun secara istilah, para ulama mendefinisikan fikih sebagai:

“Ilmu tentang hukum-hukum syar’i yang bersifat amaliyah, yang diambil dari dalil-dalilnya yang terperinci.”

Dengan demikian, fikih berkaitan dengan amal perbuatan, seperti shalat, puasa, zakat, haji, muamalah, nikah, dan lain-lain.

Kedudukan Ilmu Fikih dalam Islam

Fikih memiliki kedudukan yang sangat mulia. Allah Ta’ala berfirman:

“Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama (liyatafaqqahu fid-din).” (QS. At-Taubah: 122)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan memahamkannya dalam urusan agama.”

Hadits ini menunjukkan bahwa faham agama (fikih) adalah tanda kebaikan dari Allah bagi seorang hamba.

Sumber Hukum Fikih Menurut Manhaj Salaf

Fikih dalam Islam dibangun di atas sumber-sumber yang jelas dan terjaga:

  1. Al-Qur’an
  2. As-Sunnah yang shahih
  3. Ijma’ para sahabat dan ulama Salaf
  4. Qiyas yang shahih

Manhaj Salaf menolak mendahulukan akal, perasaan, atau kebiasaan di atas dalil. Kaidah mereka sangat jelas:

“Jika telah datang dalil, maka tidak ada pilihan selain mendengar dan taat.”

Fikih, Ittiba’, dan Larangan Taqlid Buta

Ahlus Sunnah wal Jama’ah berada di tengah-tengah antara dua sikap ekstrem:

  • Menolak pendapat ulama secara mutlak
  • Atau fanatik buta terhadap madzhab tertentu

Manhaj yang benar adalah menghormati para ulama, mengambil manfaat dari ijtihad mereka, namun tetap mengikuti dalil jika telah jelas kebenarannya.

Para imam madzhab sendiri telah berwasiat agar meninggalkan pendapat mereka jika bertentangan dengan hadits yang shahih.

Adab Berfikih Menurut Ahlus Sunnah

Di antara keindahan fikih menurut manhaj Salaf adalah perhatian besar terhadap adab, di antaranya:

  • Ikhlas dalam menuntut dan mengamalkan ilmu
  • Tawadhu’ dan tidak merasa paling benar
  • Lapang dada dalam masalah ijtihadiyyah
  • Tidak mudah menyalahkan apalagi membid’ahkan tanpa ilmu

Fikih bukan sekadar mengetahui hukum halal dan haram, tetapi juga melatih akhlak dan kebijaksanaan.

Keutamaan dan Manfaat Mempelajari Ilmu Fikih

Orang yang mempelajari fikih dengan benar akan merasakan banyak manfaat, di antaranya:

  • Ibadah menjadi sah dan diterima
  • Terhindar dari bid’ah dan kesalahan
  • Hati menjadi tenang karena beramal di atas ilmu
  • Terbentuk sikap adil dan seimbang dalam beragama

Penutup: Berfikih dengan Ilmu dan Hikmah

Fikih adalah cahaya bagi seorang muslim dalam menjalani kehidupannya. Namun cahaya itu hanya akan bersinar jika diambil dari sumber yang benar dan dipahami dengan pemahaman Salafush Shalih.

Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang diberi taufik untuk memahami agama, mengamalkannya dengan ikhlas, dan mendakwahkannya dengan hikmah.

Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *