Tauhid dalam Islam: Fondasi Kehidupan Seorang Muslim

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm

Pendahuluan

Tauhid adalah inti ajaran Islam dan poros seluruh amal ibadah. Seluruh nabi dan rasul diutus dengan satu seruan yang sama: mengesakan Allah ﷻ dalam segala bentuk ibadah. Tanpa tauhid yang benar, amal sebesar apa pun tidak akan bernilai di sisi Allah. Karena itu, pembahasan tauhid bukan sekadar teori, namun kebutuhan mendasar bagi setiap muslim yang menginginkan keselamatan dunia dan akhirat.

Di tengah banyaknya pemahaman agama yang bercampur dengan tradisi, filsafat, dan hawa nafsu, mempelajari tauhid sesuai Al-Qur’an, Sunnah, dan pemahaman salafus shalih menjadi semakin penting. Artikel ini akan membahas pengertian tauhid, pembagiannya, dalil-dalilnya, serta urgensi mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.


Pengertian Tauhid

Secara bahasa, tauhid berasal dari kata wahhada–yuwahhidu yang berarti mengesakan. Adapun secara istilah syar’i, tauhid adalah mengesakan Allah ﷻ dalam hal-hal yang menjadi kekhususan-Nya, baik dalam rububiyyah, uluhiyyah, maupun asma’ dan sifat-Nya.

Para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah menjelaskan bahwa tauhid bukan sekadar pengakuan bahwa Allah adalah Pencipta. Tauhid menuntut penghambaan total, lahir dan batin, dengan memurnikan seluruh bentuk ibadah hanya kepada Allah semata.


Pembagian Tauhid

Para ulama membagi tauhid menjadi tiga bagian, bukan untuk memecah agama, melainkan sebagai metode ilmiah agar mudah dipahami dan diajarkan.

1. Tauhid Rububiyyah

Tauhid rububiyyah adalah mengesakan Allah dalam perbuatan-Nya, seperti mencipta, mengatur, memberi rezeki, menghidupkan, dan mematikan. Allah ﷻ berfirman:

“Segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam.” (QS. Al-Fatihah: 2)

Kaum musyrikin Quraisy pun mengakui tauhid rububiyyah ini. Namun pengakuan tersebut belum menjadikan mereka muslim, karena mereka tidak mentauhidkan Allah dalam ibadah.

2. Tauhid Uluhiyyah

Tauhid uluhiyyah adalah mengesakan Allah dalam seluruh bentuk ibadah, seperti doa, shalat, sujud, tawakkal, takut, harap, dan penyembelihan. Inilah inti dakwah para rasul.

Allah ﷻ berfirman:

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.” (QS. An-Nisa: 36)

Tauhid uluhiyyah menuntut seorang muslim untuk tidak mengarahkan ibadah kepada selain Allah, baik kepada nabi, wali, kuburan, jin, maupun makhluk lainnya.

3. Tauhid Asma’ wa Sifat

Tauhid asma’ wa sifat adalah menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Sunnah, tanpa tahrif (menyimpangkan), ta’thil (menolak), takyif (menanyakan bagaimana), dan tamtsil (menyerupakan dengan makhluk).

Allah ﷻ berfirman:

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura: 11)


Tauhid sebagai Tujuan Penciptaan

Allah ﷻ tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Allah berfirman:

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Ibadah yang dimaksud dalam ayat ini adalah ibadah yang dibangun di atas tauhid. Oleh karena itu, tauhid bukan sekadar salah satu cabang ilmu, tetapi tujuan utama kehidupan seorang muslim.


Keutamaan Tauhid

Tauhid memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Di antara keutamaannya:

  1. Menghapus dosa – Tauhid yang murni dapat menghapus dosa-dosa.
  2. Sebab masuk surga – Barangsiapa meninggal dalam keadaan mentauhidkan Allah, ia berhak mendapatkan surga.
  3. Mendatangkan ketenangan hati – Orang yang bertauhid tidak bergantung kepada makhluk.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang akhir ucapannya ‘lā ilāha illallāh’, maka ia masuk surga.” (HR. Abu Dawud)


Syirik: Lawan dari Tauhid

Syirik adalah mempersekutukan Allah dalam ibadah. Syirik merupakan dosa terbesar yang tidak akan diampuni apabila pelakunya meninggal tanpa taubat.

Allah ﷻ berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. An-Nisa: 48)

Syirik terbagi menjadi syirik besar dan syirik kecil. Syirik besar mengeluarkan pelakunya dari Islam, sedangkan syirik kecil merusak kesempurnaan tauhid dan sangat berbahaya.


Implementasi Tauhid dalam Kehidupan

Tauhid bukan hanya diucapkan, tetapi harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya:

  • Berdoa hanya kepada Allah
  • Bertawakkal hanya kepada Allah
  • Mengikhlaskan amal hanya karena Allah
  • Menjauhi jimat, ramalan, dan praktik kesyirikan

Seorang muslim yang bertauhid akan menjadikan Allah sebagai tujuan hidupnya, bukan dunia atau pujian manusia.


Penutup

Tauhid adalah fondasi agama Islam. Dengannya, amal menjadi bernilai dan kehidupan memiliki arah yang jelas. Setiap muslim wajib mempelajari tauhid dengan benar dan mengamalkannya dengan penuh keikhlasan.

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang menjaga tauhid hingga akhir

Mari perkuat aqidah kita dengan mempelajari pembahasan tauhid dan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah lainnya di Ma’had Ibnu Rajab. Dukung dakwah dan pendidikan Islam agar generasi muslim tumbuh di atas tauhid yang lurus.


FAQ

Apa itu tauhid secara singkat?
Tauhid adalah mengesakan Allah dalam ibadah, keyakinan, dan penetapan nama serta sifat-Nya.

Mengapa tauhid sangat penting?
Karena tauhid adalah syarat diterimanya seluruh amal ibadah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *